Sereal Bekatul: Alternatif Pemanfaatan Hasil Samping Padi
DOI:
https://doi.org/10.61195/sages.v1i1.1Keywords:
Bekatul, Produk Sampingan, SerealAbstract
Indonesia merupakan salah satu penghasil beras terbesar di dunia, tetapi dalam proses pembuatannya terdapat by-product yang seringkali tidak dimanfaatkan, yaitu bekatul. Jumlah bekatul sebesar 10% hingga 20% dari produksi seringkali hanya menjadi limbah atau pakan ternak. Jenis Penelitian ini kualitatif dengan pendekatan literature. Kegiatan penelitian dengan mengumpulkan beberapa referensi yakni; buku, artikel ilmiah, dan literature yag terkait. Hasil menunjukkan untuk ketahanan pangan selain beras diperlukan alternatif salah satunya adalah bekatul. Sereal merupakan makanan yang mudah dinikmati dan terbuat dari gandum, tetapi gandum sulit diproduksi di Indonesia. harga gandum naik hampir mencapai 40% hal ini terjadi karena negara eksportir utama mengalami panen yang buruk. Situasi ini menyebabkan harga sereal naik hingga 22% dibandingkan dengan tahun 2020. Oleh karena itu, inovasi sereal bekatul dapat menjadi alternatif agar by-product beras dapat dimanfaatkan dan sereal dapat tetap dinikmati dengan harga yang relatif lebih murah.
Downloads
References
Adli, D. N., & Sjofjan, O. (2020). Estimation and validation of feed energy content of rice bran for poultry feedstuff based on their chemical composition. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan, 3(2), 90–96. https://doi.org/10.21776/ub.jnt.2020.003.02.6
Arikunto, S. (2011). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktek. Rineka Cipta Press.
Indonesia. Badan Pusat Statistik. Impor biji gandum dan meslin menurut negara asal utama. https://www.bps.go.id/statictable/2019/02/14/2016/impor-biji-gandum-dan-meslin-menurut-negara-asal-utama-2017-2020.html
Budijanto, S., Sitanggang, A. B., Wiaranti, H., & Koesbiantoro, B. (2012). Pengembangan teknologi sereal sarapan bekatul dengan menggunakan twin ccrew extruder. Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, 9(2), 63-69. https://doi.org/10.21082/jpasca.v9n2.2012.63-69
Damayanthi, E., & Listyorini, D. I. (2006). Pemanfaatan tepung bekatul rendah lemak pada pembuatan keripik simulasi. Jurnal Gizi dan Pangan, 1(2), 34-44. https://doi.org/10.25183/jgp.2006.1.2.34-44
Luthfianto, D., Noviyanti, R. D., & Kurniawati, I. (2017, September). Karakterisasi kandungan zat gizi bekatul pada berbagai varietas beras di Surakarta [PAPER PRESENTATION]. The 6th University Research Colloquium, Magelang, Indonesia. https://journal.unimma.ac.id/index.php/urecol/article/view/1542
Sauders, R.M. (2009). Rice bran: Composition and potential food uses. Food Reviews International, 1(3), 465-495. https://doi.org/10.1080/87559128509540780
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif. Alfabeta Press.
Syarifuddin, M., Nuraini, I., & Wahyudi, S. (2019). Analisis produksi beras tiap provinsi di Indonesia tahun 2011-2016. Jurnal Ilmu Ekonomi (JIE), 3(4), 517-531. https://doi.org/10.22219/jie.v3i4.10259
Wirawati, C. U., & Nirmagustina, D. E. (2009). Studi in vivo produk sereal dari tepung bekatul dan tepung ubi jalar sebagai pangan fungsional. Jurnal Teknologi dan Industri Hasil Pertanian, 14(20, 142-147. http://dx.doi.org/10.23960/jtihp.v14i2.160%20-%20172
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Otje Herman Wibowo, Titin Lestaringsih, Jesslyn Audi Widagdo Hadipramono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









