RAGAM KULINER KHAS DAYAK SEBAGAI DAYA TARIK PENDUKUNG PADA DESTINASI PARIWISATA DI KOTA PALANGKA RAYA
DOI:
https://doi.org/10.61195/sages.v2i01.6Keywords:
Brand Identity, Dayak-Kalimantan Tengah, Kuliner Tradisional, Palangka Raya, Wisata KulinerAbstract
Sebagai ibu kota terluas di Indonesia, Palangka Raya menyimpan kekayaan potensi pariwisata, mulai dari alam hingga budayanya, termasuk ragam kuliner yang merupakan warisan budaya lokal. Menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pariwisata, kuliner mampu menjadi daya tarik pendukung suatu destinasi, apalagi dengan kekhasan yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi kuliner yang ada di Palangka Raya, khususnya kuliner tradisional khas Dayak-Kalimantan Tengah untuk dimanfaatkan sebagai daya tarik pendukung destinasi pariwisatanya. Metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus digunakan untuk mencapai tujuan penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di objek penelitian, wawancara dengan para stakeholders dan wisatawan sebagai informan, dan didukung dengan sumber dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik interaktif, yaitu data collection, data condensation, data display, dan conclusion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri kuliner di Palangka Raya mulai berkembang dengan menjamurnya para pelaku usaha kuliner. Namun demikian, hanya sebagian yang memanfaatkan kekayaan kuliner tradisional yang seharusnya mampu menjadi daya tarik pendukung, bahkan utama dalam memotivasi wisatawan untuk berkunjung karena sifatnya yang unik dan khas sehingga cenderung diminati. Pemanfaatan kuliner tradisional menjadi aspek penting dalam meningkatkan kompetitifitas dan membangun destination brand identity Palangka Raya, karena keunikan membuatnya berbeda dengan destinasi lainnya. Namun demikian, pemanfaatan potensi besar tersebut perlu didukung oleh para stakeholders yang saling bersinergi dalam pengembangannya. Bukan tidak mungkin kedepannya, potensi yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan daya tarik wisata kuliner atau gastronomi. Tidak hanya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lokal, tetapi juga sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal Dayak-Kalimantan Tengah.
Downloads
References
Akbar, A. T., & Pangestuti, E. (2017). Peran kuliner dalam meningkatkan citra destinasi pariwisata taman nasional Bromo Tengger Semeru. Jurnal Administrasi Bisnis, 50(1), 153-159. http://administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jab/article/view/1959
Araujo, E. B. (2016). Pengembangan kuliner lokal sebagai daya tarik wisata di Dili, Timor Leste. JUMPA: Jurnal Master Pariwisata. 3(1), 15-27. https://doi.org/10.24843/JUMPA.2016.v03.i01.p02
Fields, K. (2002). Demand for the gastronomy tourism product: motivational factors (1st Edition). Routledge
Hall, C. M., Sharples, L., Mitchell, R., Macionis, N., & Cambourne, B. (2003). Food tourism around the world: Development, management, and markets. Butterworth-Heinemann.
Hidayah, N. (2023, July 24th). Perbedaan wisata gastronomi dan wisata kuliner. Pemasaran Pariwisata. https://pemasaranpariwisata.com/2023/07/24/perbedaan-wisata-gastronomi-wisata-kuliner/#:~:text=Wisata%20gastronomi%20menawarkan%20pengalaman%20mendalam%20dalam%20mendalami%20keunikan%20budaya%20suatu,dan%20edukasi%20tentang%20kuliner%20lokal.
Hjalager, A., & Richards, G. (2002). Tourism and gastronomic. Routledge.
Kivela, J., & Crotts, J. C. (2006). Tourism and gastronomy: Gastronomy’s influence on how tourists experience a destination. Journal of Hospitality & Tourism Research, 30(3), 354-377. https://doi.org//10.1177/1096348006286797
Kristiana, Y., Suryadi, M. T., & Sunarya, S. M. (2018). Eksplorasi potensi wisata kuliner untuk pengembangan pariwisata di kota Tangerang. Khasanah Ilmu: Jurnal Pariwisata dan Budaya, 9(1), 18-23. https://doi.org/10.31294/khi.v9i1.3604
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis. SAGE.
Nugroho, W., & Denada, A. C. (2018). Skrinning fitokimia dan uji aktivitas antioksi dan menggunakan DPPH pada ekstrak etanol daun Taya (nauclea orientalis). BALANGA: Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 6(1), 35-40. https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JBL/article/view/1420
Pendit, N. S. (2002). Ilmu pariwisata: Sebuah pengantar perdana. Pradnya Paramitha.
Qodar, N. (2021, March 29th). 6 fakta menarik tentang Palangka Raya yang diresmikan Bung Karno. Liputan 6. https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4517131/6-fakta-menarik-tentang-palangka-raya-yang-diresmikan-bung-karno
Sapto, Wulandari, L. A., Tiwo, C. Y., Yanti, E., Karlina, E., & Tryani. (2021). Eksplorasi kekayaan kuliner masyarakat suku Dayak Ngaju di Desa Mandomai Kalimantan Tengah. Jurnal Kewarganegaraan. 592), 386-396. https://doi.org/10.31316/jk.v5i2.1729
Suwarta, T.H. (2017, August 16th). Wisata kuliner terus dikembangkan. Media Indonesia. https://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum/117846/wisata-kuliner-terus-dikembangka
Zahrulianingdyah, A. (2018). Kuliner sebagai pendukung industri pariwisata berbasis kearifan lokal. TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga, 6(1), 1-9.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Daniel Pandu Mau, Yesarela Pandu Mau, Yoseph Agung Priyo Widodo, I Wayan Arta Artana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









